Anda sedang melihat 《聖經故事》大衛與歌利亞

Kisah Alkitab: Daud dan Goliat

Di padang gurun Israel, terompet perang kembali berbunyi. Bangsa Filistin mengumpulkan pasukan mereka dan menduduki satu sisi Lembah Elah, sementara pasukan Israel berkemah di sisi lain lereng bukit, dipisahkan oleh sebuah lembah. Setiap pagi, seorang raksasa—Goliat—akan muncul dari perkemahan Filistin. Ia jauh lebih tinggi daripada kebanyakan pria, mengenakan helm perunggu dan baju zirah berat, serta membawa tombak perunggu besar, yang ujungnya saja sangat berat. Ia berdiri dengan bangga di lembah itu, suaranya seperti guntur, menantang bangsa Israel.

"Siapa yang berani melawan aku?" dia meraung. "Jika ada yang bisa mengalahkan aku, kami orang Filistin akan menjadi hamba kalian; tetapi jika aku mengalahkan kalian, kalian akan menjadi budak kami!"

Selama empat puluh hari berturut-turut, pernyataan-pernyataan provokatif ini bergema di lembah pagi dan sore hari. Suara Goliath saja sudah membuat para prajurit Israel ketakutan; bahkan Raja Saul pun kehilangan keberaniannya. Ketakutan dan keputusasaan memenuhi perkemahan, dan tidak seorang pun berani maju.

Tepat saat itu, seorang gembala muda bernama Daud tiba di medan perang. Dia bukanlah seorang prajurit; ayahnya telah mengirimnya untuk mengantarkan makanan kepada saudara-saudaranya yang berada di pasukan. Daud memasuki perkemahan dan mendengar para prajurit berbicara tentang Goliat, secercah kejutan melintas di matanya. Dia mendongak ke arah raksasa yang menjulang tinggi itu, tetapi tidak seperti yang lain, dia tidak merasa takut; sebaliknya, dia merasa marah.

"Beraninya orang Filistin yang tidak disunat ini menantang tentara Allah yang hidup?" kata Daud dengan marah.

Kata-katanya sampai ke telinga saudaranya, Eliab. Wajah Eliab menjadi gelap, dan dia menegur Daud: "Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah seharusnya kamu menggembalakan domba-dombamu di padang gurun? Kamu hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan ini!"

Namun Daud tidak mundur. Ia tahu dalam hatinya bahwa ini bukanlah pertempuran antar manusia, melainkan masalah kemuliaan Allah. Kabar itu segera sampai kepada Raja Saul, yang memanggilnya. Daud menghadap Saul dan dengan tegas berkata, "Jangan takut karena raksasa ini; aku akan pergi dan melawannya."

Raja Saul tercengang. Melihat pemuda di hadapannya, ia tak kuasa menahan diri untuk tidak membujuknya: "Kau terlalu muda, sedangkan dia adalah seorang prajurit sejak lahir dan telah terbiasa bertarung sejak muda."

Tetapi Daud menjawab, “Ketika aku menggembalakan domba-dombaku, singa dan beruang sering datang untuk memangsa anak-anak domba. Aku mengejar mereka, membunuh mereka, dan menyelamatkan domba-domba itu dari rahang mereka. Tuhan telah menyelamatkan aku dari cengkeraman singa dan beruang, dan Ia juga akan menyelamatkan aku dari tangan orang Filistin ini!”

Raja Saul, meskipun masih ragu-ragu, tergerak oleh iman Daud. Maka ia berkata kepadanya, "Pergilah, semoga Tuhan menyertaimu."

Raja memberi Daud baju zirah dan pedang untuk dikenakan, tetapi Daud mencobanya dan merasa kesulitan bergerak. Maka ia melepaskannya, sambil berkata, "Aku tidak terbiasa menggunakan ini." Ia kembali ke kebiasaannya, mengambil tongkat gembalanya, memilih lima kerikil halus dari sungai, memasukkannya ke dalam tasnya, lalu, mengambil ketapel, pergi menemui Goliat.

Ketika Goliath melihat pemuda itu, yang tidak memiliki baju zirah atau senjata, ia tersenyum menghina. Ia mengejek, "Kau menyerangku dengan tongkat? Apa kau pikir aku anjing?" Kemudian ia mengutuk Daud dan mengancam akan mencabik-cabik tubuhnya untuk dimakan burung dan binatang buas.

Namun, Daud tidak takut dan menjawab dengan kepala tegak: “Engkau datang melawan aku dengan pedang dan tombak, tetapi aku datang melawan engkau dalam nama Tuhan Yang Mahakuasa, Allah tentara Israel yang telah engkau hina. Pada hari ini Tuhan akan menyerahkan engkau ke tanganku, dan seluruh bumi akan tahu bahwa ada Allah yang benar di Israel!”

Setelah David selesai berbicara, dia segera berlari ke depan, dengan cepat mengambil kerikil dari tasnya, meletakkannya di tuas, dan mengayunkannya dengan kuat. Kerikil itu terbang seperti kilat, tepat mengenai dahi Goliath. Mata raksasa itu membelalak, dan tubuhnya jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk.

Seluruh arena terdiam sejenak, lalu meledak dengan sorak sorai yang memekakkan telinga. Melihat kemenangan Daud, keberanian bangsa Israel kembali berkobar, dan mereka menyerbu pasukan Filistin. Hari itu, bangsa Israel meraih kemenangan besar.

Sejak hari itu, nama Daud bukan lagi sekadar nama seorang gembala, tetapi menjadi simbol keberanian dan iman. Ia mengandalkan kekuatan Tuhan untuk mengatasi apa yang dianggap orang lain sebagai musuh yang tak terkalahkan, membuktikan bahwa kemenangan bukanlah karena senjata atau kekuatan eksternal, melainkan karena percaya kepada Tuhan.


✨ Refleksi Spiritual
Kita sering kali menghadapi "Goliath" dalam hidup kita—bisa berupa tekanan yang luar biasa, penyakit kronis, ketakutan, atau kesulitan. Ketika kita fokus pada masalah itu sendiri, kita dipenuhi rasa takut, seperti tentara Israel; tetapi jika, seperti Daud, kita mengarahkan pandangan kita kepada Tuhan, kita menemukan bahwa "tidak ada raksasa yang lebih besar daripada kuasa Allah."

    Koleksi Alat

    Pembuat Gambar Alkitab

    Tempel tulisan suci → Format otomatis → Pilih latar belakang → Unduh (mendukung 16:9, 1:1, dan 9:16).

    Pembuat Kartu Ucapan

    Masukkan nama + kalimat dan gambar akan segera dibuat; cocok untuk ulang tahun, kunjungan, dan perawatan hari Minggu.

    Generator Berkat + Ayat Alkitab

    Hasilkan 3 nada (lembut/menenangkan/penuh harapan) dengan satu klik dan langsung posting ke kartu atau media sosial.

    Pemilih Pertanyaan Pemecah Kebekuan

    Tidak ada pertanyaan yang berulang, pengumuman melalui suara, pengatur waktu 45/60/120 detik, nada pengingat keras untuk pilihan A (bunyi bip + kilatan + getaran terus-menerus).