Anda sedang melihat 《從黑暗到光明:聖經真實故事詩歌合輯(18首連續敬拜)》|2小時靈修敬拜音樂 Worship Compilation|靈感來源:創世記至啟示錄|從創造到得勝,神的愛始終不變

Dari Kegelapan Menuju Terang: Kumpulan Kisah Alkitab yang Benar (18 Lagu Ibadah Berkelanjutan) | Kompilasi Ibadah 2 Jam | Inspirasi: Kejadian hingga Wahyu | Dari Penciptaan hingga Kemenangan, Kasih Tuhan Tak Pernah Berubah

📖 Terinspirasi dari Kejadian 1:1–3

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi itu belum berbentuk dan kosong; kegelapan meliputi permukaan samudra; dan Roh Allah melayang-layang di atas air. Lalu Allah berfirman, "Jadilah terang," dan terjadilah terang.

1Anda mengatakan ada cahaya

Pada mulanya, malam sunyi, bumi kosong, dan angin tertidur. Roh-Mu bergerak dengan lembut, seperti hembusan angin sepoi-sepoi. Engkau memandang kekacauan dan tersenyum; dengan satu kata, mukjizat terjadi. Engkau berkata, "Jadilah terang," dan malam pun berlalu, dan segala sesuatu terbangun di tangan-Mu. Firman-Mu adalah ayat-ayat pertama, menerangi seluruh bumi dan hatiku. Gunung-gunung muncul, bintang-bintang berkelap-kelip, lautan bernapas, dan bunga-bunga mekar. Engkau menciptakan alam semesta dengan firman-Mu, dan menyalakan harapan di hatiku. Engkau berkata, "Jadilah terang," dan malam pun berlalu, dan segala sesuatu terbangun di tangan-Mu. Firman-Mu adalah ayat-ayat pertama, menerangi seluruh bumi dan hatiku. Ketika aku tersesat dalam kegelapan, Engkau berkata lagi, "Jadilah terang." Terang turun dari surga ke dalam hatiku; kasih yang Engkau ciptakan tidak ada akhirnya. Engkau berkata, "Jadilah terang," dan aku melihat kemuliaan-Mu di dalam diriku. Dari permulaan hingga selama-lamanya, terang-Mu tidak akan padam.

📖 Terinspirasi dari Kitab Kejadian pasal 3

"Ketika Tuhan Allah sedang berjalan di taman, Ia memanggil manusia itu, 'Di manakah engkau?'"

2Kamu masih mencariku

Dahulu aku berjalan bersama-Mu di taman, hembusan angin lembut membawa suara-Mu. Tetapi aku memilih jalanku sendiri, bersembunyi di balik pohon, takut untuk menatap-Mu lagi. Langkah kaki-Mu masih mendekat, panggilan-Mu lembut namun jelas. Engkau masih mencariku, memanggil namaku dalam kegelapan. Bahkan ketika aku menghindari tatapan-Mu, Engkau masih mengulurkan tangan untuk merangkul luka-lukaku; kasih-Mu tak tergoyahkan. Duri tumbuh di tempat aku berjalan, keringat dan air mata bercampur dalam ingatanku. Kupikir dosa telah memisahkan kita, tetapi aku masih mendengar-Mu berbisik. Engkau tidak meninggalkanku, hanya menunggu kepulanganku. Engkau masih mencariku, memanggil namaku dalam kegelapan. Bahkan ketika aku menghindari tatapan-Mu, Engkau masih mengulurkan tangan untuk merangkul luka-lukaku; kasih-Mu tak tergoyahkan. Aku mendengar suara-Mu, memanggil hatiku melintasi waktu. Kasih-Mu lebih dalam dari rasa malu, lebih dekat dari jarak. Engkau masih mencariku, bahkan sekarang; rahmat-Mu tak pernah pergi. Aku kembali ke pelukan-Mu, dan menyadari bahwa Engkau selalu ada di sini.

📖 Terinspirasi dari Kitab Kejadian pasal 6-9

Allah berfirman kepada Nuh, “Aku akan mendatangkan banjir ke bumi dan membinasakan seluruh dunia.”
Hanya kamu, keluargamu, dan makhluk-makhluk yang memasuki bahtera yang akan diselamatkan.

Harapan di Bahtera

Awan gelap membayangi, kilat menyambar langit, banjir meningkat, hati dipenuhi ketakutan dan keputusasaan. Hanya suara-Mu yang masih memanggil kehidupan di tengah angin. Dayung menerpa ombak, bahtera mengapung dengan anggun. Engkau adalah tempat perlindunganku di tengah badai, bahkan di kedalaman air aku mendengar nyanyian-Mu. Ketika dunia ditenggelamkan oleh ombak, perjanjian-Mu bersinar seperti pelangi. Malam terasa panjang, angin tak pernah berhenti, hanya bahtera yang bergoyang dalam ingatan. Tangan-Mu menopang laut ini, kasih-Mu menjaga harapan di hatiku. Gagak terbang pergi dan kembali, merpati membawa ranting zaitun. Engkau adalah tempat perlindunganku di tengah badai, bahkan di kedalaman air aku mendengar nyanyian-Mu. Ketika dunia ditenggelamkan oleh ombak, perjanjian-Mu bersinar seperti pelangi. Hujan berhenti, cahaya menembus awan, bumi baru perlahan muncul. Aku berlutut untuk bersyukur atas belas kasih-Mu, Engkau tak pernah meninggalkan dunia ini. Bahtera beristirahat di puncak gunung, pelangi sekali lagi memenuhi langit. Kesetiaan-Mu kekal selamanya, perjanjian-Mu tak pernah berubah.

📖 Terinspirasi dari Kejadian 12:1–2

TUHAN berfirman kepada Abram, “Pergilah dari negerimu, dari kaummu dan dari rumah ayahmu ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan memberkatimu dan membuat namamu besar, dan engkau akan menjadi berkat bagi orang lain.”

4. Aku akan pergi ke tempat yang telah kau tunjukkan padaku.

Angin bertiup, jalan terbentang di depan, aku tak tahu di mana ujungnya. Namun suara-Mu begitu lembut, memanggilku menjauh dari dunia lama. Bintang-bintang berkelap-kelip di malam hari, seperti cahaya yang dijanjikan di mata-Mu. Aku akan pergi ke mana pun Engkau menunjuk, meskipun langkahku gemetar. Firman-Mu adalah terang di jalanku, kasih-Mu adalah matahari yang tak padam. Di belakangku adalah rumahku yang akrab, di depan terbentang padang gurun yang tak dikenal. Aku mengibarkan panji iman, karena aku tidak sendirian karena Engkau menyertaiku. Setiap langkah diberkati oleh-Mu, setiap napas membawa kedamaian. Aku akan pergi ke mana pun Engkau menunjuk, meskipun langkahku gemetar. Firman-Mu adalah terang di jalanku, kasih-Mu adalah matahari yang tak padam. Ketika aku melihat kembali jalan panjang itu, kesetiaan-Mu menjadi saksi. Sekalipun masa depan tetap tidak jelas, aku tetap memilih untuk percaya kepada nama-Mu. Aku akan pergi ke mana pun Engkau menunjuk, sampai aku melihat kemuliaan-Mu. Perjanjian-Mu tak pernah berubah, kasih-Mu menuntunku ke sana.

📖 Inspirasi dari Kejadian 22:1–14

"Abraham mendongak dan melihat seekor domba jantan tersangkut tanduknya di semak-semak."
Abraham mengambil domba jantan itu dan mempersembahkannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

5. Aku masih percaya pada janji-janji-Mu.

Cahaya pagi menyinari Gunung Moriah, dan aku mendengar panggilan-Mu yang lembut. Hatiku gemetar, tanganku terasa panas, tetapi aku tahu Engkau tidak pernah gagal. Setiap langkah terasa seperti hatiku berdarah, namun aku tetap memilih untuk percaya pada nama-Mu. Aku tetap percaya pada janji-janji-Mu, meskipun jalan ini dipenuhi air mata. Engkau akan mempersiapkan segala sesuatu sendiri, sehingga iman menjadi lebih jelas di tengah api. Mata anak itu begitu polos, dan aku menahan air mataku, sambil berkata, "Tuhan akan menyediakan." Pada saat itu, angin berhenti, gunung menjadi sunyi, dan hanya kasih-Mu yang terus menyala. Aku mengangkat kepalaku dan melihat rahmat-Mu; domba jantan menunggu di hutan. Aku tetap percaya pada janji-janji-Mu, meskipun jalan ini dipenuhi air mata. Engkau akan mempersiapkan segala sesuatu sendiri, sehingga iman menjadi lebih jelas di tengah api. Ketika aku melepaskan cinta terdalamku, Engkau membiarkanku melihat-Mu lagi. Engkau tidak mengambil mimpiku, tetapi mengajariku untuk memeluk-Mu dengan iman. Engkau tetap mempersiapkan jalan bagiku; perjanjian-Mu tidak pernah gagal. Ketika aku sepenuhnya menyerahkan diri kepada-Mu, aku memperoleh kebebasan yang lebih dalam.

📖 Terinspirasi dari Kejadian 37:23–28

"Lalu mereka mengambil jubah Yusuf, pakaian berwarna-warni yang dikenakannya, dan melemparkannya ke dalam sumur."
Lubang itu kosong; tidak ada air di dalamnya.

6- Masih ada cahaya di dalam lubang

Mata saudaraku menjadi asing, tawanya menyembunyikan angin dingin yang menusuk. Saat pakaianku yang berwarna-warni robek, mimpiku pun lenyap bersama debu. Kegelapan menelan suaraku, tetapi aku tahu Engkau dapat mendengarku. Bahkan di dalam jurang, masih ada cahaya—kasih-Mu yang tak tergoyahkan. Ketika dunia melupakanku, Engkau masih mengingat panggilan namaku. Kakiku berada di tanah yang dingin, tetapi api di hatiku tetap tak padam. Aku belum melepaskan mimpi yang Engkau berikan kepadaku; bahkan jika aku dijual, aku tidak akan melepaskan imanku. Air mata jatuh ke dalam debu, tetapi Engkau mengubahnya menjadi harapan baru. Bahkan di dalam jurang, masih ada cahaya—kasih-Mu yang tak tergoyahkan. Ketika dunia melupakanku, Engkau masih mengingat panggilan namaku. Suatu hari aku akan mengerti bahwa ini bukanlah akhir. Tangan-Mu terus menenun, mengubah rasa sakit menjadi jalan kemuliaan. Bahkan di malam yang paling gelap sekalipun, masih ada cahaya; di lembah yang paling dalam, Engkau bersamaku. Bahkan jika aku tidak dapat melihat jalan keluar, aku tahu Engkau masih bersamaku.

📖 Terinspirasi dari Kejadian 39:20–23

"Yusuf dipenjarakan, tetapi Tuhan menyertainya dan membuat segala yang dilakukannya berhasil."

7- Tuhan masih bersamaku

Dinding-dinding dingin bergema saat aku menghitung malam-malam dalam kegelapan. Tak ada cahaya, tak seorang pun mengingatku, tetapi kedamaian-Mu tetap ada di hatiku. Tangan-Mu tak pernah meninggalkanku; dalam keheningan, aku masih merasakan kasih. Tuhan masih bersamaku, bahkan di dalam gerbang penjara. Firman-Mu menghibur jiwaku, memungkinkanku untuk bernyanyi bahkan di tengah debu. Dunia mengambil kebebasanku, tetapi tidak dapat mengambil janji-janji-Mu. Setiap hari aku belajar untuk diam, karena Engkau berkuasa di dalam diriku. Tangan-Mu, yang tak terlihat, menenun rahmat hari esok. Tuhan masih bersamaku, bahkan di dalam gerbang penjara. Firman-Mu menghibur jiwaku, memungkinkanku untuk bernyanyi bahkan di tengah debu. Aku tak dapat melihat-Mu, namun aku percaya kehadiran-Mu lebih nyata daripada kebebasan. Setiap malam berkata, Engkau tak pernah meninggalkanku. Ketika pintu terbuka, aku masih ingin menjadi bejana-Mu. Tuhan, di mana pun aku berada, kasih-Mu adalah satu-satunya kebebasanku.

📖 Inspirasi dari Kejadian 41:14, 39–41

"Firaun mengutus orang-orang untuk memanggil Yusuf, dan mereka segera membawanya keluar dari penjara."
Firaun berkata kepada Yusuf, “Karena Allah telah mengatakan hal ini kepadamu, tampaknya tidak ada seorang pun yang sebijaksana dan seteliti dirimu.”
Anda bisa mengelola rumah saya.

8-Dari Penjara ke Istana Kerajaan

Gerbang besi terbuka, dan aku melangkah keluar dari kegelapan; cahaya menerobos jendela atap dan menyinari diriku. Doa bertahun-tahun, air mata yang tertumpah, kini telah berubah menjadi cahaya pagi yang penuh sukacita. Tak pernah terlambat bagi-Mu; rahmat-Mu selalu ada di dekatku. Dari penjara ke istana, Engkau mengubah seluruh hidupku. Dari dilupakan hingga dilihat, Engkau menghidupkan kembali mimpi-mimpiku. Tak ada lagi keraguan, tak ada lagi ketakutan; kehendak-Mu lebih tinggi dari kehendakku sendiri. Setiap lembah menyimpan jejak tangan-Mu; setiap cobaan adalah tanda berkat. Aku telah belajar untuk menunggu dan diam sampai aku melihat kemuliaan-Mu. Dari penjara ke istana, Engkau mengubah seluruh hidupku. Dari dilupakan hingga dilihat, Engkau menghidupkan kembali mimpi-mimpiku. Aku mengerti bahwa Engkau tidak pernah meninggalkanku; Engkau hanya membiarkan imanku bertumbuh. Ketika kemuliaan datang kembali, aku hanya berharap semua kemuliaan menjadi milik-Mu. Engkau meninggikan yang terlantar dan menciptakan mukjizat bunga yang mekar dari debu. Dari penjara ke istana, semua karena kasih-Mu berkuasa mutlak.

📖 Terinspirasi dari Keluaran 3:2-4

"Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Musa dari semak yang terbakar."
Duri-duri itu terbakar, tetapi tidak hancur.
Allah berseru dari semak itu, “Musa! Musa!” Dan Musa menjawab, “Aku di sini.”

9. Kau memanggilku saat kebakaran.

Angin padang gurun berhembus melintasi debu waktu, jejak kaki domba membentang hingga fajar. Kupikir hidup ditakdirkan untuk biasa-biasa saja, tetapi kemudian aku mendengar Engkau memanggil namaku. Duri-duri itu membakar, namun tidak padam; kemuliaan-Mu bersinar di dalamnya. Engkau memanggilku dalam api, membiarkanku mendengar detak jantung-Mu. Meskipun aku lemah, meskipun aku takut, Engkau tetap memilihku untuk berjalan di jalan-Mu. Aku melepas sepatuku dan berlutut di hadapan tempat kudus; firman-Mu menembus dinding hatiku. Engkau berkata, "Aku akan menyertaimu," dan aku menangis, namun dipenuhi dengan kekuatan. Duri-duri itu membakar, namun tidak padam; kehadiran-Mu adalah nyala api yang kekal. Engkau memanggilku dalam api, membiarkanku mendengar detak jantung-Mu. Meskipun aku lemah, meskipun aku takut, Engkau tetap memilihku untuk berjalan di jalan-Mu. Bukan aku yang mampu, tetapi Engkau yang mampu. Kuasa-Mu sempurna dalam kelemahan. Aku akan menjawab, aku akan maju, karena nama-Mu memiliki kuasa yang besar. Duri-duri itu masih membakar, kemuliaan-Mu masih bersinar, panggilan-Mu ada di hatiku, tak akan pernah padam.

Judul lagu: 10 Kau Ulurkan Tanganmu untuk Berjuang untukku

📖 Terinspirasi dari Kitab Keluaran pasal 7–12

"Tuhan berfirman: Aku akan mengulurkan tangan-Ku dan menghukum Mesir..."
Aku akan melakukan mukjizat, dan mereka akan tahu bahwa Akulah Tuhan.

🎵 Lirik (Versi Paragraf Lengkap)

Suara rantai bergema di malam hari, tangisan rakyat menggema hingga ke langit. Di kerajaan kegelapan, tangisan pun terdengar, firman-Mu datang dengan kuasa. Engkau berkata, "Biarkan umat-Ku pergi!" Langit dan bumi gemetar di hadapan-Mu. Engkau mengulurkan tangan-Mu untuk berperang bagiku, Laut Merah terbelah di hadapan-Mu. Wabah dan guntur menaati perintah-Mu, Engkau adalah Raja yang tak terkalahkan. Darah dan api tak dapat menghentikan-Mu, nama-Mu membuat Firaun menundukkan kepalanya. Ketika semua kekuatan runtuh, kemuliaan-Mu tampak di awan dan api. Cahaya-Mu tetap ada dalam kegelapan, jalan kebebasan terbuka di tangan-Mu. Engkau mengulurkan tangan-Mu untuk berperang bagiku, Laut Merah terbelah di hadapan-Mu. Wabah dan guntur menaati perintah-Mu, Engkau adalah Raja yang tak terkalahkan. Ketika musuh mendekat, tangan-Mu tetap bekerja untukku. Aku tidak takut dan tidak mundur, karena Engkau berjalan di depanku. Engkau mengulurkan tangan-Mu untuk berperang bagiku, nama-Mu tak akan pernah berubah. Aku menemukan kedamaian di hadapan-Mu, karena Engkau adalah Allah yang menang.

Judul lagu: Malam Saat Kita Berpisah di Laut

📖 Inspirasi

Keluaran 14:21-22

"Musa mengulurkan tongkatnya ke arah laut, dan TUHAN menyebabkan laut surut dalam semalam karena angin timur yang kencang, dan laut menjadi daratan kering dan air terbelah."
Orang Israel turun ke laut dan berjalan di tanah kering, dan air menjadi tembok di sebelah kanan dan kiri mereka.

Angin menderu di telingaku, laut terbentang di depan, para pengejar di belakang. Ketakutan berkecamuk di dalam diriku, dan aku mendongak, mencari mata-Mu. Engkau berkata, "Jangan takut, tetapi majulah." Firman-Mu adalah terang dalam kegelapan. Pada malam ketika laut terbelah, tangan-Mu bekerja di dalam angin. Ombak berlutut di hadapan-Mu, dan Engkau membuka jalan melalui kedalaman keputusasaan. Meskipun dinding air menjulang tinggi, aku berjalan dengan teguh, karena di bawah kakiku terbentang jalan yang telah Engkau janjikan. Meskipun setiap langkah gemetar, aku mendengar nyanyian iman. Angin-Mu memanggilku, kemuliaan-Mu terbentang di hadapanku. Pada malam ketika laut terbelah, tangan-Mu bekerja di dalam angin. Ombak berlutut di hadapan-Mu, dan Engkau membuka jalan melalui kedalaman keputusasaan. Saat fajar, aku menoleh ke belakang, dan musuh telah lenyap. Engkau mengubah tangisan menjadi nyanyian, Engkau membebaskan para budak. Tangan-Mu masih bergerak, angin-Mu masih berhembus, dan setelah setiap situasi putus asa, keselamatan-Mu bersinar.

Judul lagu: 12 Anugerah Baru Setiap Hari

📖 Terinspirasi dari Keluaran 16:4

TUHAN berfirman kepada Musa, “Aku akan menurunkan makanan dari surga kepadamu. Orang-orang dapat keluar dan mengambil bagian mereka setiap hari.”

🎵 Lirik (Versi Paragraf Lengkap)

Cahaya pagi menyinari padang gurun, tetesan embun berkilauan seperti kasih karunia-Mu. Kekhawatiran kemarin telah sirna, hari baru telah tiba dan Engkau tetap ada. Firman-Mu, seperti hujan dan embun, memberi makan, menyegarkan hati yang haus. Kasih karunia pagi masih baru, aku membuka tanganku untuk menerima kasih-Mu. Meskipun aku tidak dapat melihat jalan di depan dengan setiap langkah, aku tahu Engkau menyertaiku. Angin bertiup melintasi pasir yang tenang, kesetiaan-Mu tidak pernah meninggalkanku. Ketika aku lemah, Engkau tetap teguh, Engkau adalah kekuatan hatiku. Tangan-Mu dengan lembut memegangku, mengungkapkan kemuliaan dalam hal-hal biasa. Kasih karunia pagi masih baru, aku membuka tanganku untuk menerima kasih-Mu. Meskipun aku tidak dapat melihat jalan di depan dengan setiap langkah, aku tahu Engkau menyertaiku. Kasih-Mu lebih lembut daripada cahaya pagi, firman-Mu lebih benar daripada angin. Aku akan menunggu dengan tenang sepanjang hidupku, terbangun dalam damai-Mu. Kasih karunia pagi masih baru, rahmat-Mu tidak pernah berhenti. Ketika matahari terbit kembali, aku akan tetap menyembah nama-Mu.

13Hukum-Mu ada di dalam hatiku

📖 Terinspirasi dari Keluaran 20:1-2

"Allah memerintahkan semua ini, firman-Nya: 'Akulah TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.'"

Engkau turun di tengah awan dan api, deru-Mu yang menggelegar mengguncang gunung-gunung. Firman-Mu bersinar seperti cahaya, terukir di loh batu dan di hatiku. Engkau berkata untuk mengasihi nama-Mu dan mengasihi sesama seperti dirimu sendiri. Hukum-Mu ada di hatiku, bukan beban tetapi berkat. Firman-Mu membimbingku, menjagaku tetap di jalanku. Angin padang gurun masih bertiup, tetapi perjanjian-Mu tetap tidak berubah. Ketika dunia dalam kekacauan, kebenaran-Mu tetap bersinar. Engkau berkata untuk hidup dalam penghormatan, karena kasih-Mu adalah dasar yang kekal. Hukum-Mu ada di hatiku, bukan ketakutan tetapi perlindungan. Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan cahaya bagi jalanku. Aku tidak lagi terikat oleh dosa, karena kebenaran-Mu membebaskanku. Aku berdiri teguh bukan karena kekuatan atau kebijaksanaan, tetapi karena firman-Mu. Hukum-Mu adalah tanda kasih, tak terhapuskan di hatiku. Suara-Mu mengalir seperti mata air yang jernih, membimbingku untuk mendengar firman-Mu sepanjang hidupku.

14Kemuliaan-Mu meliputi diriku

📖 Terinspirasi dari Keluaran 33:18–23

Musa berkata, “Tunjukkanlah kemuliaan-Mu kepadaku.”
Tuhan berfirman, “Aku akan menunjukkan segala kebaikan-Ku di hadapanmu… Kamu tidak akan melihat wajah-Ku, karena tidak seorang pun yang melihat wajah-Ku akan hidup.”

Aku menanti-Mu di dalam tabernakel, awan menutupi pintu masuknya. Suara-Mu, seperti hembusan angin lembut, berbisik pelan di hatiku. Engkau berkata, "Aku akan menyertai Engkau, dan kemuliaan-Ku akan mengikuti Engkau." Kemuliaan-Mu meliputi aku, selembut dan sesuci cahaya pagi. Aku tidak berusaha melihat segala sesuatu, tetapi hanya ingin tetap berada di hadirat-Mu. Ketika hiruk pikuk dunia mereda, hadirat-Mu tetap nyata. Aku tidak lagi mencari arah lain, karena Engkau sendirilah tujuanku. Engkau berkata, "Aku mengenal nama-Mu, dan Aku akan memimpin Engkau sendiri." Kemuliaan-Mu meliputi aku, selembut dan sesuci cahaya pagi. Aku tidak berusaha melihat segala sesuatu, tetapi hanya ingin tetap berada di hadirat-Mu. Kasih karunia-Mu mengelilingiku seperti awan, kasih-Mu lebih tinggi dari hidup. Ketika aku berlutut dan berseru kepada-Mu, kemuliaan-Mu memenuhi hatiku. Kemuliaan-Mu meliputi aku, wajah-Mu tetaplah yang kurindukan, selamanya. Hatiku menyembah, Tuhan, biarlah kemuliaan-Mu kekal.

15Pilar-pilar awan dan pilar-pilar api menuntunku maju.

📖 Terinspirasi dari Keluaran 13:21

"TUHAN membuatkan mereka tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari, agar mereka dapat bepergian siang dan malam."

Awan menutupi aku di siang hari, api-Mu bersinar di malam hari. Baik jalan di depan berupa padang gurun atau lembah, kehadiran-Mu tak pernah pergi. Angin berhembus lembut di pasir, nama-Mu adalah penunjuk jalanku. Pilar-pilar awan dan pilar-pilar api membimbingku, aku tak lagi sendirian di padang gurun. Saat malam tiba, aku tetap percaya, terang-Mu tetap di depan. Meskipun langkahku lambat, hatiku teguh, perjanjian-Mu tak pernah berubah. Saat aku lemah, Engkau memegang tanganku, aku terus berjalan dalam kasih karunia-Mu. Langit malam berkilauan dengan terang-Mu, menuntunku ke tempat peristirahatan-Mu. Pilar-pilar awan dan pilar-pilar api membimbingku, aku tak lagi sendirian di padang gurun. Saat malam tiba, aku tetap percaya, terang-Mu tetap di depan. Awan di siang hari, api di malam hari. Kasih-Mu mengelilingiku. Meskipun jalan di depan jauh, aku tidak takut, Engkau menyertaiku selamanya. Pilar-pilar awan dan pilar-pilar api membimbingku, kasih-Mu tak pernah berhenti. Langkahku tak lagi tersesat, karena Engkau menyertaiku hingga fajar.

16Kamu menyebabkan air mengalir dari batu itu.

📖 Terinspirasi dari Keluaran 17:6

“Aku akan berdiri di hadapanmu di batu Horeb; pukullah batu itu, maka air akan mengalir keluar darinya, dan orang-orang akan mendapat minum.”

Matahari padang gurun bersinar terik tanpa suara, langkah orang-orang menjadi berat. Seruan kehausan mereka mencapai langit, namun Engkau menjawab dengan belas kasih. Engkau berkata, "Pukul batu itu, karena Aku menyertai kamu." Engkau membuat air mengalir dari batu, menyegarkan hati yang kering. Kasih karunia-Mu tak pernah berhenti, bahkan di tanah yang tandus. Aku pernah meragukan kehadiran-Mu, tetapi melihat air hidup mengalir dari batu. Kasih-Mu menembus kelemahanku, memberiku iman yang diperbarui. Engkau berkata, "Aku berjalan bersamamu, kamu tidak sendirian dalam perjalanan ini." Engkau membuat air mengalir dari batu, menyegarkan hati yang kering. Kasih karunia-Mu tak pernah berhenti, bahkan di tanah yang tandus. Tangan-Mu tak pernah meninggalkanku, hati-Mu masih berdetak untukku. Ketika aku haus akan kehadiran-Mu, Engkau memulihkan kekuatanku. Engkau membuat air mengalir dari batu, belas kasih-Mu tak pernah kering. Di padang gurun, aku masih melihat-Mu sebagai sumber air hidup.

17. "Ketika Aku Mengangkat Tangan dalam Doa" | Inspirasi: Keluaran (Musa mengangkat tangannya dalam doa, dan orang Amalek dikalahkan)

Terinspirasi dari Keluaran 17:11–13

"Ketika Musa mengangkat tangannya, bangsa Israel menang; ketika ia menurunkan tangannya, bangsa Amalek menang."
Aaron dan Hu'er memegang tangannya, satu di satu sisi dan yang lainnya di sisi yang lain, dan tangannya tetap tenang hingga matahari terbenam.

Angin padang gurun masih bertiup, dan genderang perang terdengar di kejauhan. Aku mengangkat tanganku kepada-Mu, dan Engkau adalah sumber kekuatanku. Engkau tetap ada ketika aku lemah, dan kehadiran-Mu adalah perisaiku. Ketika aku mengangkat tanganku dalam doa, Engkau mengulurkan tangan dan menyelamatkanku. Aku tidak sendirian dalam badai pasir, karena kuasa-Mu lebih tinggi dari medan perang. Tanganku yang lelah terkulai, tetapi saudara-saudaraku ada di sana untuk mengangkatku. Bersama-sama kami memandang kemuliaan-Mu, dan iman kami dihidupkan kembali. Ketika aku memanggil nama-Mu, Engkau menguatkan hatiku lagi. Ketika aku mengangkat tanganku dalam doa, Engkau mengulurkan tangan dan menyelamatkanku. Aku tidak sendirian dalam badai pasir, karena kuasa-Mu lebih tinggi dari medan perang. Bukan dengan kekuatan atau tenaga, tetapi dengan Roh-Mu kemenangan diraih. Ketika aku mengangkat tanganku, Engkau mendengarku, dan kemuliaan-Mu meliputi seluruh bumi. Ketika aku mengangkat tanganku dalam doa, nyanyian kemenangan bergema sekali lagi. Nama-Mu dimuliakan selama-lamanya; Engkau adalah Raja yang menang.

Puisi Kedelapan Belas | Inspirasi: Keluaran 17:15 (Musa membangun mezbah dan menamainya Yehova Nisi)

Terinspirasi dari Keluaran 17:15

"Musa membangun sebuah mezbah dan menamainya Yehova Nissi (yang berarti 'Yehuwa adalah panji-Ku')."

Angin bertiup, debu mengendap, dan medan perang menjadi sunyi. Tangan-Mu tetap terangkat tinggi, nama-Mu adalah kemuliaanku. Setiap kali aku tersandung, Engkau mengangkatku, membiarkanku melihat panji-Mu di depan sekali lagi. Tuhan adalah panjiku, Engkau berperang untukku. Engkau tidak pernah meninggalkanku, siang atau malam, kemuliaan-Mu berdiri di atas gunung, tanda kekalku. Sekalipun musuh kuat, aku tidak takut, kasih-Mu menguatkanku. Roh-Mu menggerakkan hatiku, seperti angin yang mengibarkan panji iman. Setiap kali aku goyah, Engkau menguatkanku, membiarkanku bernyanyi bahkan di tengah angin. Tuhan adalah panjiku, Engkau berperang untukku. Engkau tidak pernah meninggalkanku, siang atau malam, kemuliaan-Mu berdiri di atas gunung, tanda kekalku. Nama-Mu tinggi di atas seluruh bumi, kasih-Mu tidak pernah gagal. Aku mengangkat tanganku untuk menyembah-Mu, Engkau adalah Allahku yang menang. Tuhan adalah panjiku, Engkau adalah kemuliaanku. Kerajaan-Mu kekal selamanya, semoga aku menyanyikan nama-Mu sepanjang hidupku sampai aku melihat wajah-Mu.

    Koleksi Alat

    Pembuat Gambar Alkitab

    Tempel tulisan suci → Format otomatis → Pilih latar belakang → Unduh (mendukung 16:9, 1:1, dan 9:16).

    Pembuat Kartu Ucapan

    Masukkan nama + kalimat dan gambar akan segera dibuat; cocok untuk ulang tahun, kunjungan, dan perawatan hari Minggu.

    Generator Berkat + Ayat Alkitab

    Hasilkan 3 nada (lembut/menenangkan/penuh harapan) dengan satu klik dan langsung posting ke kartu atau media sosial.

    Pemilih Pertanyaan Pemecah Kebekuan

    Tidak ada pertanyaan yang berulang, pengumuman melalui suara, pengatur waktu 45/60/120 detik, nada pengingat keras untuk pilihan A (bunyi bip + kilatan + getaran terus-menerus).