Anda sedang melihat 《聖經故事》教養孩童,使他走當行的道

Kisah Alkitab: Didiklah anak dan ajari dia jalan yang seharusnya

  • Penulis postingan:
  • Kategori posting:Cerita Alkitab
  • Posting terakhir diubah:4 September 2025

Ayat Alkitab:
"Didiklah anakmu menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6)

Cerita: Benih Sang Ibu

Di Israel kuno, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Elia. Keluarganya miskin; ayahnya meninggal dunia dini, hanya menyisakan dirinya dan ibunya yang harus bergantung satu sama lain. Meskipun hidup keras, ibunya tak pernah menyerah dalam mendidik anaknya. Setiap pagi, sebelum matahari terbit, ibunya akan menggandeng tangan Elia dan menuntunnya ke ladang. Sambil mengurus ladang, ia akan dengan lembut melafalkan firman Hukum Musa. "Anakku, ingatlah, takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan," kata ibunya selalu. Meskipun Elia terlalu muda untuk sepenuhnya memahami, ia meresapi firman ini ke dalam hatinya. Penduduk desa sering mengejek ibu ini: "Anakmu terlalu muda; apa yang dia tahu? Tunggu sampai dia lebih besar!"
Namun dia hanya tersenyum dan menjawab, "Benih hari ini akan menjadi pohon yang menjulang tinggi di masa depan."

Pilihan Anak Laki-laki

Bertahun-tahun kemudian, Elia tumbuh menjadi pemuda yang kuat. Ia berteman dengan sekelompok orang di desa yang sering mengajaknya bermain iseng, dan terkadang bahkan mempertimbangkan untuk mencuri. Suatu hari, teman-temannya mendesaknya, "Ayo kita curi domba orang kaya itu malam ini! Dia punya banyak, kita tidak akan rugi kalau mengambil lebih banyak." Hati Elia tergerak, karena keluarganya miskin dan sering kekurangan makanan. Namun saat itu, ia tiba-tiba teringat kata-kata ibunya: "Anakku, jika engkau dicobai orang jahat, janganlah pergi bersamanya" (Amsal 1:10). Ia bergumul dalam hati; suara teman-temannya menyemangatinya, tetapi ajaran ibunya lebih kuat di hatinya. Ia menarik napas dalam-dalam dan menggelengkan kepala: "Tidak, aku tidak bisa melakukan hal seperti itu." Teman-temannya mengejeknya sebagai seorang pengecut, tetapi Elia berbalik dan pergi, merasakan kedamaian yang teguh dalam dirinya.

Ketekunan orang dewasa

Tahun demi tahun berlalu, dan Elia menjadi pedagang, sering berpindah-pindah kota untuk berbisnis. Suatu hari, seorang teman menyarankan agar ia mengutak-atik timbangan dan takaran agar cepat meraup untung. "Kurangi saja timbangannya dan pasang harga sedikit lebih tinggi, siapa yang akan memperhatikan? Kita akan segera kaya!" kata temannya, matanya berbinar-binar karena keserakahan. Elia tiba-tiba tersadar, teringat akan ajaran ibunya: "Hiduplah dengan benar, karena Tuhan berkenan kepada orang jujur." Ia dengan tegas menolak. Meskipun penghasilannya berkurang, usahanya perlahan-lahan mulai dipercaya oleh penduduk desa. Seiring waktu, ia menjadi pedagang yang dihormati dan jujur di desa. Orang-orang berkata, "Kami merasa aman berbisnis dengan Elia."

Melihat kembali ke masa tua

Bertahun-tahun kemudian, Elia yang sudah tua, rambutnya sudah putih, duduk di depan pintu rumahnya, memperhatikan anak-anak dan cucu-cucunya bermain di halaman. Ia tersenyum saat merenungkan hidupnya, bayangan ibunya muncul di benaknya. Ibunya telah lama meninggal, tetapi ajarannya yang tak kenal lelah, bagaikan pelita, selalu menerangi jalannya. Entah ia tergoda oleh teman-teman di masa mudanya atau menghadapi godaan keserakahan di masa dewasanya, ia selalu mengingat kata-kata yang lembut namun tegas itu: "Didiklah anakmu menurut jalan yang patut baginya, bahkan pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang darinya." Elia mendongak dan berdoa dengan lembut ke surga: "Ibu, benihmu telah berbuah di hatiku, dan itu tetap ada sampai hari ini."

Perenungan dan penerapan—inilah hakikat sejati Amsal 22:6.

  • Tata krama yang baik bukan sekadar ceramah sesaat, tetapi persahabatan jangka panjang dan memberi contoh yang baik.
  • Anak-anak memiliki hati yang lembut, dan kata-kata orang tua mereka seperti benih yang berakar dalam.
  • Saat anak-anak bertumbuh dewasa, bahkan saat mereka menghadapi cobaan dan kesengsaraan, kata-kata itu akan tetap terngiang di hati mereka, mengingatkan mereka untuk memilih integritas.

Para orang tua terkasih, janganlah meremehkan kuasa satu ajaran, satu doa, atau satu kesaksian yang Anda berikan setiap hari. Anak-anak Anda mungkin belum memahaminya sekarang, tetapi bertahun-tahun kemudian, ketika mereka berada di persimpangan jalan kehidupan, perkataan Anda akan menjadi panduan mereka.

    Koleksi Alat

    Pembuat Gambar Alkitab

    Tempel tulisan suci → Format otomatis → Pilih latar belakang → Unduh (mendukung 16:9, 1:1, dan 9:16).

    Pembuat Kartu Ucapan

    Masukkan nama + kalimat dan gambar akan segera dibuat; cocok untuk ulang tahun, kunjungan, dan perawatan hari Minggu.

    Generator Berkat + Ayat Alkitab

    Hasilkan 3 nada (lembut/menenangkan/penuh harapan) dengan satu klik dan langsung posting ke kartu atau media sosial.

    Pemilih Pertanyaan Pemecah Kebekuan

    Tidak ada pertanyaan yang berulang, pengumuman melalui suara, pengatur waktu 45/60/120 detik, nada pengingat keras untuk pilihan A (bunyi bip + kilatan + getaran terus-menerus).