📄 Pendahuluan
"You Are Still in My Wind" adalah himne penyembahan yang ditulis bagi mereka yang "masih menanti." Terkadang Tuhan diam, bukan karena Dia tidak hadir, melainkan karena Dia berbisik dalam angin—merespons dengan cara yang lebih lembut.
Semoga lagu ini mengiringi Anda dalam penegasan iman yang tenang, karena Dia masih bersama Anda. # Himne Penyembahan # Musik Renungan # Yesus # Penyembahan yang Hening # Iman dan Harapan
🎵 Lirik (Versi Paragraf Lengkap)
Terkadang aku merasa Engkau terlalu sunyi, seperti angin yang berhembus di tepi malam. Kupikir Engkau telah pergi jauh, tetapi aku mendengar respons-Mu di hatiku. Angin-Mu masih bertiup, lembut menghibur, membawa napas-Mu yang lembut. Ketika aku tak dapat melihat tangan-Mu, Engkau masih bekerja dalam hidupku. Aku bertanya kepada-Mu mengapa Engkau tak berkata sepatah kata pun, tetapi Engkau membiarkan waktu merespons dengan lambat. Aku mengerti bahwa cinta tak bersuara, tetapi dengan tenang merangkul kelemahanku. Angin-Mu masih bertiup, lembut menghibur, melewati dunia air mataku. Ketika imanku hampir runtuh, kasih karunia-Mu muncul kembali. Angin itu sunyi, namun begitu nyata. Cinta-Mu tak pernah berhenti. Meskipun malam panjang, masih ada cahaya, dan Engkau menemaniku dalam angin. Angin-Mu masih bertiup, tak pernah berhenti. Engkau ada dalam setiap tarikan napas. Ketika aku lelah, Engkau di sisiku, dengan lembut berkata kepadaku, "Jangan takut." Terkadang aku masih meneteskan air mata, tetapi aku tahu Engkau belum pergi. Sekalipun yang tersisa hanyalah keluh kesah, angin-Mu masih di hatiku.
