Saat Anda merasa kewalahan, banyak PR, atau sedikit takut sebelum tidur, mari kita kembalikan hati kita kepada "The Embrace of the Psalms." Kompilasi ibadah "Ramah Anak dan Remaja" ini dimulai dengan "The Little Shepherd and Me" (Mazmur 23), yang bernyanyi tentang rasa aman dari padang rumput hijau, sungai kecil, dan pepohonan dalam kehidupan sehari-hari kita; dalam "You Know Me Completely" (Mazmur 139), kita belajar untuk dilihat dan diterima; "Look Up at the Mountains" (Mazmur 121) mengingatkan kita bahwa pertolongan datang dari-Mu; "The Light Ahead" (Mazmur 27) membuat kita tidak takut untuk naik panggung; dan "Under Your Wings" (Mazmur 91) memungkinkan kita mempercayakan ketakutan akan malam yang penuh badai kepada-Mu. Setiap lagu memiliki nada yang mudah dipahami anak-anak, dengan melodi dan irama yang jelas dan mudah dipelajari (untuk respons bertepuk tangan dan berteriak), sehingga memudahkan keluarga, sekolah Minggu, kelompok kecil, atau waktu tidur untuk bernyanyi bersama dan berdoa: "Bersama-Mu di sini, aku tak akan tersesat."
1. Gembala Kecil dan Aku
Hari ini agak sibuk, dan saya merasa sedikit cemas.
Namun selama aku memegang tanganmu, langkah kita akan sama.
Mungkin sangat gelap di depan, dan pesan-pesan ada di mana-mana;
Selama kamu di sisiku, aku tidak akan mundur.
Selangkah, dua langkah, aku mengikuti jejakmu;
Staf dan tiang mengingatkan saya: terus maju, jangan pernah melihat ke belakang.
Saya bertanya: Siapa yang akan memimpin jalan? — Anda akan memimpin jalan!
Saya bertanya: "Tidak akan tersesat?" — "Tidak, saya tidak akan tersesat!"
Rumput hijau dan aliran sungai menjadi irama hatiku;
Engkau adalah Gembalaku yang Baik, dan aku akan melangkah maju dengan berani.
Bahkan di muara lembah, dengan-Mu di sisiku, aku tak perlu takut pada apa pun.
Jadwal saya padat, dan saya merasa gugup sebelum ujian.
Anda membiarkan kedamaian masuk, seperti lagu di hati Anda.
Meja penuh dengan keanggunan, dan gelas pun meluap.
Saya mengucapkan terima kasih atas pengaturannya, dan bahwa saya akan membawa berkat itu kembali ke kelas.
Ajarilah aku untuk bersikap lembut seperti-Mu, untuk bertindak ketika aku melihat suatu kebutuhan;
Biarkan aku menularkan kebaikan dan membawa kemudahan bagi orang lain.
Saya bertanya: Siapa yang akan memimpin jalan? — Anda akan memimpin jalan!
Saya bertanya: "Tidak akan tersesat?" — "Tidak, saya tidak akan tersesat!"
Dengan kehadiran-Mu, bahkan dalam kegelapan pun ada cahaya.
Engkaulah Gembalaku yang Baik; ketika aku mengangkat kepalaku, harapan ada di hatiku.
2. Kamu mengenalku dengan sempurna.
Anda memahami pikiran dan senyum saya bahkan sebelum saya berbicara;
Kamu lebih memahami kekhawatiran kecil yang tersembunyi di tas sekolahku daripada aku.
Saya tidak takut melangkah jauh, dan saya tidak takut dengan jalan yang gelap dan berliku;
Visi Anda bagaikan mercusuar, maka saya berani mengungkapkan perasaan saya yang sebenarnya.
Saya bertanya, "Apakah ini baik-baik saja?"
Anda menjawab, "Anakku, itu sangat bagus."
Kamu mengenalku dengan sangat baik—dan masih mencintaiku;
Sekalipun aku sedikit lambat atau sedikit tidak teratur, kamu tetap memegang tanganku erat-erat.
Kau mengenalku dengan sempurna—tidak perlu bersembunyi lagi;
Di telapak tanganmu, aku belajar menjadi diriku sendiri dan tidak takut membuat kesalahan.
Hari ini suasana hatiku sedang buruk dan sempat berselisih paham dengan seorang teman.
Aku ingin bersembunyi, namun Engkau memberiku kedamaian.
Engkau menerangi jalanku dalam kegelapan, mengingatkan aku untuk belajar kelembutan;
Mengucapkan maaf dan berpelukan dapat memperbaiki hubungan.
Kamu telah mengenal Aku pada mulanya, dan kamu juga telah melihat Aku pada masa yang akan datang;
Hitung langkahku dan hilangkan rasa takutku.
Bersamamu di sini, aku menjadi berani.
Kamu mengenalku dengan sangat baik—dan masih mencintaiku;
Biarkan aku menjalani setiap hari sebagai nyanyian pujian, menjadi diriku yang sebenarnya.
Kamu mengenalku dengan sempurna—dan aku harus mengenalmu lebih baik lagi:
Lihatlah aku melalui mata-Mu, dan hargailah nilaiku tanpa diskon.
3. Melihat ke atas gunung
Inspirasi untuk "Looking Up at the Mountains" datang dari Mazmur 121: "Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; pertolonganku datangnya dari Tuhan."
Lagu ini, dinyanyikan dengan suara anak-anak dan remaja, mengungkapkan iman bahwa "di masa-masa sulit dan kebingungan, pandanglah ke atas dan lihatlah bahwa pertolongan datang dari-Mu." Dengan melodinya yang sederhana dan penuh harapan, lagu ini cocok untuk dinyanyikan bersama di sekolah Minggu, ibadah keluarga, dan persekutuan remaja.
Saya menatap ke arah gunung dan bertanya-tanya di mana bantuan berada.
Jawabannya ada pada-Mu, bagaikan cahaya pertama fajar.
Ambil satu langkah, dua langkah maju, tanpa tergelincir.
Denganmu memegang tangan kecilku, aku tidak takut.
Engkau tidak tertidur ataupun tertidur, namun mengawasiku sepanjang waktu.
Saat aku lelah, aku dapat bersandar padamu, dan napasku menjadi lembut.
Matahari tidak akan menyakitiku di siang hari; kaulah tempat berteduhku.
Bulan tidak akan menyakitiku pada malam hari; Engkau memberiku ketenangan.
Ketika hatiku bergejolak, berpacu bagai angin, semoga Engkau menenangkannya.
Serahkan kekhawatiranmu kepada-Mu, dan jalan akan menjadi jelas.
Tidak ada gunung yang dapat menghentikan kita untuk mendaki lebih tinggi.
Pertolongan datang dari-Mu, dan hatiku tidak gemetar.
Engkau melindungiku lahir dan batin, hari ini dan selamanya.
Berapa pun jarak atau ketinggiannya, semuanya ada di telapak tangan Anda.
Aku mendongak lagi, dan ada cahaya menanti di balik awan.
Dengan Anda memimpin jalan, saya akan melangkah maju dengan berani.
4. Cahaya Ada di Depan
Terinspirasi oleh Mazmur 27: "Tuhan adalah terangku dan keselamatanku; kepada siapakah aku harus takut?"
Saat tiba waktunya naik panggung, menghadapi teman sekelas baru, atau menghadapi tugas-tugas menantang, kita tak perlu menyerah. Karena ada cahaya di depan, dan Engkau di sana menungguku. Melodinya lembut namun progresif, mengiringi anak-anak dan remaja yang terus melangkah maju di tengah ketegangan.
Ketika aku merasa sedikit takut
Saya melihat cahaya menanti saya di depan.
Kamu menyuruhku untuk berani dan mengambil langkah selanjutnya.
Aku menaruh kekhawatiranku di kakiku.
Yehuwa adalah terang dan keselamatanku
Kegelapan tidak dapat menggoyahkan irama jantungku.
Bersamamu aku tidak akan pernah mundur.
Tidak peduli seberapa kencang anginnya, ia tidak dapat memadamkan api harapan.
Ada yang bilang aku tidak bisa melakukannya, tapi aku mengagumimu.
Matamu bersinar lebih terang dari seribu lampu.
Aku membisikkan doaku kepadaMu.
Kau membalas pelukanku dengan damai.
Aku percaya bahwa kasih karunia-Mu akan terlihat di negeri orang-orang hidup.
Menunggu kekuatan dan keberanian-Mu, aku akan belajar untuk bersabar dan tenang.
Sekalipun jalannya berliku-liku, aku tidak akan tersesat.
Karena perkataanmu bagai lampu jalan di depan.
Ketika aku mengambil langkah itu
Aku mendengar sebuah lagu terputar dalam hatiku.
Kaulah kekuatanku dan tempatku bersandar.
Dengan Engkau yang memimpin jalan, aku tidak takut.
5. Ucapkan terima kasih dengan pelan.
Terinspirasi oleh lirik, "Pujilah Tuhan, hai jiwaku; janganlah lupakan segala kebaikan-Nya," lagu ini menggunakan perspektif anak-anak untuk mengungkapkan rasa syukur, mulai dari aroma sarapan dan pelukan keluarga hingga momen-momen pengampunan. Melodinya lembut namun membangkitkan semangat, sehingga cocok untuk sekolah Minggu, ibadah keluarga, dan kelompok remaja.
Saat cahaya pagi bersinar, aku ucapkan selamat pagi padamu.
Kehangatan di meja makan adalah kedamaian yang Kau berikan padaku.
Saya akan menyampaikan rasa terima kasih kecil saya sekali lagi, menyimpannya dalam hati saya.
Terima kasih telah mengizinkan hari ini dimulai dengan sesuatu yang baru.
Engkau dengan lembut memperbaiki kesalahan-kesalahanku.
Seperti perlahan-lahan mengurai hati yang kusut
Saya belajar untuk meminta maaf dan saya juga belajar untuk dipeluk.
Sukacita karena diampuni oleh-Mu bersinar dalam hatiku.
Kau menyembuhkan kelemahan dan ketakutanku.
Gantikan pikiran suram dengan langit cerah.
Kau memahkotaiku dengan cinta dan belas kasihan.
Ajari aku untuk berbagi kebaikan dengan orang-orang di sekitarku
Saya menghitung berkat-berkat yang tenang pada hari ini.
Senyum, angin sepoi-sepoi, pelajaran yang dipetik
Saya berbisik, "Terima kasih," tetapi sebenarnya saya mengucapkannya dengan sangat keras.
Karena kau dapat mendengarku dan menyimpanku di dalam hatimu.
6. Benteng Rahasia yang Tak Kenal Takut
Mazmur 46 (Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan kita; beristirahatlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah).
Ketika dunia ramai dan hati kami bergejolak, pertama-tama kami berlindung pada benteng-Mu. Angin mungkin kencang, hujan mungkin deras, bumi mungkin berguncang, dan gunung-gunung mungkin goyang, tetapi Engkau takkan goyah. Lagu ini, yang dinyanyikan dengan suara kanak-kanak, membawa "istirahat, berserah diri, dan perlindungan" ke dalam kehidupan sehari-hari kami: dalam setiap momen doa di meja kerja, di lorong, dan di samping tempat tidur, kami dapat menemukan benteng yang tak tergoyahkan itu.
Angin di luar sangat kencang, jantungku pun berdebar kencang.
Aku berlari ke pelukanmu, seakan-akan aku memasuki tembok kota.
Kaulah tempatku berlindung, dan aku singkirkan rasa takutku.
Atas nama-Mu, diam bagaikan menutup pintu.
Bumi bergetar dan gunung-gunung berguncang.
Bahkan saat sungai bergolak dan ombak menerjang, ia tak menelanku.
Karena kamu adalah kekuatanku di sini.
Lagu di hatiku lebih pasti daripada angin.
Ada sungai di kota yang membuatku bahagia.
Seperti kedamaian-Mu yang perlahan mengalir masuk.
Aku belajar untuk mengambil napas dalam-dalam dan menghapus air mataku.
Temukan keberanian di bawah sayapmu
Engkau berkata untuk beristirahat, tetapi engkau tahu Akulah Tuhan.
Aku meletakkan tanganku dan mendengar detak jantungku.
Kau berkuasa di tempat tinggi dan juga berada di sisiku.
Temani aku melewati kegelapan hingga fajar.
Ketika aku mendongak lagi, ada cahaya di balik awan.
Aku berdiri di benteng-Mu dan menatap ke depan.
Tak peduli seberapa jauh jalannya, bawalah aku bersamamu.
Dengan-Mu di dalamku, aku tidak takut lagi.
7. Air mata juga dikumpulkan.
Mazmur 56:8 (Air mataku telah Kautaruh dalam kirbat-Mu dan dalam kitab-Mu.)
Terkadang kami ingin bersembunyi, tetapi Engkau tak keberatan. Engkau bahkan menampung air mataku, dan Engkau tahu keluh kesahku. Lagu ini, yang dinyanyikan dengan suara anak-anak dan remaja, mengubah "dilihat dan diterima" menjadi lagu doa yang dapat kita nyanyikan bersama: Setelah menangis, hati kita lebih tenang dan lebih berani.
Saya merasa agak sedih hari ini dan tidak ingin bicara apa pun.
Mataku terasa panas, seperti awan sebelum hujan badai.
Aku akan menaruh kekhawatiranku di sakuku dan berjalan lebih lambat.
Namun kau datang ke sisiku bahkan lebih cepat daripada aku.
Anda tahu kalimat-kalimat yang tidak saya ucapkan.
Aku pun melihat air mata yang tak kunjung jatuh.
Kamu berkata, "Anakku, jangan takut, Aku di sini."
Berikanlah air matamu padaku, aku akan menghargainya.
Kau kumpulkan air mataku setetes demi setetes.
Seperti menghitung bintang dan menuliskannya di buku Anda.
Ketika aku merasa aku tidak cukup berani
Kau genggam tanganku dan biarkan aku menghirup kedamaian lagi.
Jika malam terasa panjang, biarkan aku bersandar di bahumu.
Berikanlah aku harapan baru saat fajar menyingsing.
Saya akan mengucapkan terima kasih secara perlahan.
Karena kamu memelukku, aku tak lagi merasa tersesat.
Kamu ingat bahwa setiap langkah yang aku ambil tidak sia-sia.
Gantikan ketakutan dengan kelembutan, ubah kekhawatiran menjadi lagu
Aku mendongak dan melihat cahaya di matamu.
Ternyata kau selalu menyimpan aku di dalam hatimu.
8. Di Bawah Sayapmu
Mazmur 91 (Tinggal di tempat rahasia Yang Mahatinggi, terlindung di bawah sayap-Mu).
Saat topan mengamuk di luar sana dan hatiku dipenuhi gejolak, Engkau memberiku tempat untuk bersembunyi—bagaikan bayangan sayap, lembut namun kuat. Lagu ini, yang dinyanyikan dengan suara anak-anak dan remaja, membuat "berlindung, percaya, dan menemukan ketenangan" menjadi sederhana dan mudah diingat: Aku tak takut teror di malam hari, atau gosip di siang hari, karena aku berada di bawah sayap-Mu.
Di luar sangat berangin dan hujan, jantungku berdebar kencang.
Aku berlari ke pelukanmu seakan memasuki payung.
Kau telah menyelimutiku dengan sayapmu, lembut namun kuat.
Aku menemukan kedamaian di bawah sayapmu.
Bahkan anak panah yang beterbangan di siang bolong tidak dapat melukaiku.
Suara-suara malam tidak membuatku takut.
Engkau adalah perisai kebenaran di hadapanku.
Dengan perlindungan-Mu, aku tidak akan gemetar lagi.
Aku berkata: Engkaulah tempat perlindunganku, Allahku.
Aku mempercayakan imanku kepada-Mu dan mohon bimbingan-Mu.
Bahkan dengan banyaknya berita dan kondisi jalan yang kacau
Kata-katamu "damai" dapat menenangkan hati.
Anda mengirim utusan untuk mengawasi Anda di jalan.
Kau menangkapku saat aku terjatuh.
Saya mendongak dan melihat cahaya mengintip dari balik awan.
Aku tahu Engkau besertaku sampai fajar.
Ketika aku memikirkan lagi cintamu padaku
Saya menyerahkan ketakutan saya dan menerima harapan sebagai balasannya.
Aku beristirahat dengan tenang di bawah sayapmu
Aku akan memegang tanganmu dan melangkah maju lagi besok.
"Aku Bernyanyi, Aku Tertawa"
Mazmur 100 (Layanilah Dia dengan sukacita, masuklah ke pelataran-Nya dengan sorak-sorai, oleh karena kasih setia-Nya untuk selama-lamanya).
Lagu ini menyanyikan "Joyful Worship" dengan cara yang sederhana dan tenang: dengan senyuman dan rasa syukur, kami membawa hati kami kepada-Mu. Anak-anak dan remaja dapat bernyanyi dan bertepuk tangan bersama—ini bukan tentang bersuara keras untuk beribadah, tetapi tentang sungguh-sungguh percaya dalam hati bahwa "Engkaulah Tuhan, Engkaulah yang menciptakan kami; kami adalah domba-domba gembalaan-Mu."
Angin pagi berhembus melalui jendela saat aku mengucapkan selamat pagi kepadamu.
Aku akan memberikan senyuman pertama kepadamu.
Aku tahu bahwa Engkau adalah Tuhan dan Engkau menciptakan aku.
Aku adalah seekor domba di padang rumputmu
Aku memasuki pintu-Mu dengan rasa syukur.
Aku memasuki pelataran-Mu dengan pujian.
Aku bernyanyi dan tertawa karena kebaikan-Mu.
Cintamu bertahan selamanya
Ketika aku memikirkanmu bersamaku hari ini...
Langkahku menjadi ringan, bagaikan menari di tanah dalam sebuah lagu.
Aku mempercayakan kesusahanku kepada-Mu dan memperoleh kedamaian.
Biarkan kegembiraan mengalir seperti mata air.
Dunia terkadang berisik, tetapi aku mengikuti iramamu.
Tidak perlu bersaing untuk melihat siapa yang paling keras suaranya, cukup penyembahan yang tulus.
Aku pegang setiap kata syukur di telapak tanganku.
Aku akan menyampaikannya kepadamu dengan lembut, dan kamu akan mengerti segalanya.
Kesetiaan-Mu tidak akan berubah sepanjang masa.
Kasih sayangmu menyinariku bagai matahari.
Hari ini saya juga akan menjadi penyembah yang bersukacita.
Nyanyikan keindahan dan kebaikanmu kepada orang-orang di sekitarmu.
10. <Keinginan Pagi>
Hal pertama yang aku cari saat membuka mata di pagi hari adalah kamu.
Seperti tanah kering yang merindukan hujan.
Cintamu lebih baik dari kehidupan.
Karena itu bibirku akan memuji-Mu.
Aku akan memuji-Mu dengan cara ini sepanjang hidupku.
Aku mengangkat tanganku dan memanggil namamu.
Aku merasa puas saat memikirkanMu.
Seperti jiwa yang tersenyum diam-diam setelah makan lengkap.
Di malam hari aku ingat kamu tidak sendirian.
Di pagi hari aku mencari-Mu dan menemukan kedamaian.
Kaulah penolongku, hatiku ada pada-Mu.
Aku damai dalam naungan sayap-Mu.
Hatiku mengikutiMu.
Tangan kananmu menopang dan tak pernah meninggalkan.
Meskipun jalannya sangat panjang dan jauh
Bersamamu di hadapanku adalah keinginan yang termanis.
Koleksi Alat
Pembuat Gambar Alkitab
Tempel tulisan suci → Format otomatis → Pilih latar belakang → Unduh (mendukung 16:9, 1:1, dan 9:16).
Pembuat Kartu Ucapan
Masukkan nama + kalimat dan gambar akan segera dibuat; cocok untuk ulang tahun, kunjungan, dan perawatan hari Minggu.
Generator Berkat + Ayat Alkitab
Hasilkan 3 nada (lembut/menenangkan/penuh harapan) dengan satu klik dan langsung posting ke kartu atau media sosial.
Pemilih Pertanyaan Pemecah Kebekuan
Tidak ada pertanyaan yang berulang, pengumuman melalui suara, pengatur waktu 45/60/120 detik, nada pengingat keras untuk pilihan A (bunyi bip + kilatan + getaran terus-menerus).
